ODTWA

  1. TAMAN NASIONAL BERBAK

Dengan potensi utama kawasan Taman Nasional Berbak sebagai Kawasan Lahan Basah Internasional yang memiliki keragaman tinggi tumbuhan dan satwa serta lansekap alami yang indah, Pengembangan Pariwisata Alam di TNB mempunyai arti yang sangat strategis. Objek daya tarik wisata kawasan Taman Nasional Berbak dapat di nikmati pada dua zona pemanfaatan yaitu di Air Hitam Dalam dan di Air Hitam Laut. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di zona pemanfaatan diantaranya sebagai berikut:

  • Penyusuran sungai (river cruising)

Kegiatan ini adalah perjalanan menelusuri sungai dari batas kawasan menuju dermaga area utama sambil menikmati suara-suara air dan fauna serta memperhatikan jenis-jenis vegetasi di sepanjang sungai untuk memperoleh pengalaman wisata menarik.

  • Bersampan (canoeing)

Kegiatan bersampan menikmati keindahan lansekap, menemukenali tumbuhan dan satwa.

  • Berlatih dan Bergiat di alam terbuka (outward bond dan outdoor exercise)

Outward Bound yang merupakan perangkat Management Building bagi para eksekutif di kota besar dapat diadaptasi menjadi perangkat bermain dan berolahraga bagi para pelajar. Perangkat ini digunakan untuk pembelajaran kerjasama, kompetisi, pengambilan keputusan, dan unsur pendidikan lainnya yang bersifat positif.

  • Jelajah dan pengenalan tumbuhan dan satwa

Kegiatan menjelajah hutan dan melakukan pengenalan tumbuhan dan satwa dengan menelusuri boardwalk yang telah disediakan. Sambil belajar, peserta dapat menikmati pemandangan sungai dan hutan di menara-menara pengamat sambil mempelajari kegiatan para penghuni hutan (satwa).

Selain daya tarik wisata di dalam kawasan, obyek wisata sejarah dan budaya sepanjang Sungai Batanghari serta alamnya, juga merupakan aset wisata yang tidak dapat diabaikan bila diintegrasikan dengan pengembangan pariwisata alam kawasan Taman Nasional Berbak. Adapun objek-objek ekowisata dan wisata budaya di sekitar kawasan  Taman Nasional antara lain adalah :

 

  1. Sungai Batanghari – Berbak

Daerah sepanjang Sungai Batanghari dan Sungai Berbak antara Jambi dan Air Hitam Dalam memiliki panorama wisata sungai yang sangat menarik dengan lama perjaianan 3 jam bila menggunakan speedboat.Sepanjang jalan, wisatawan dapat menikmati suasana perkampungan penduduk Melayu asli Jambi di pinggiran sungai dengan bentuk rumah panggung, rumah rakit, dll.

  1. Makam Rangkayo Hitam

Dalam sejarah disebutkan bahwa Rangkayo Hitam adalah penemu Kota Jambi (Tanah Pilih). Bagi sebagian masyarakat Jambi, makam Rangkayo Hitam dianggap keramat dan sering disinggahi para penziarah. Makam ini terletak di tepi Sungai Batanghari, tepatnya di seputar Desa Simpang. Keunikan makam Rangkayo Hitam dapat terlihat dari bentuk makamnya yang memiliki ukuran 7 meter lebih. Untuk dapat mencapai !okasi Makam Rangkayo Hitam, wisatawan dapat singgah sebentar dalam perjalanan dari Jambi menuju Nipah Panjang.

  1. Pantai Desa Cemara

Pantai Desa Cemara merupakan lokasi persinggahan burung-burung Wader Migran dari wilayah Asia menuju Australia. Dengan pantai yang landai dan berlumpur menja­dikan pantai Desa Cemara sebagai penyedia makanan yang berlimpah bagi kawanan burung migran tersebut. Pada bulan Рbulan Oktober dan Nopember wisatawan dapat menyaksikan puluhan ribu burung-burung migran yang singgah dipantai cemara, seperti Tringa gutiffer, Calidris alba, Charadius Veredus, dan Limicola ffacinellus.

  1. Pulau Berhala

Di sekitar daerah penyangga (Buffer Zone) TNB, kawasan perencanaan memiliki akses dengan Pulau Berhala yang dikelilingi oleh pulau-pulau kecil di sekitarnya yaitu: Pudau Layak, Pulau Lampu dan Pulau Telor. Pulau Berhala memiliki panorama pantai pasir putih dan batuan vulkanik yang sangat indah. Pada puncak bukit ini terdapat bekas benteng pertahanan Angkatan Laut Jepang yang dilengkapi dengan meriam. Terdapat pula makam Datuk Paduka Berhala.

  1. TAMAN NASIONAL SEMBILANG

Sejumlah fasilitas pengunjung sudah terbangun seperti menara pengamatan, shelter, dermaga, mangrove trail, jembatan, namun kondisinya tidak memadai untuk kunjungan saat ini karena rusak atau konstruksi yang tidak sesuai dengan kebutuhan pengunjung