FAUNA

  1. TAMAN NASIONAL BERBAK

Taman Nasional Berbak yang merupakan bagian dari Bentang Alam Ekosistem Berbak merupakan perwakilan kawasan hutan rawa gambut terluas dan relatif utuh di Indonesia dan Asia Tenggara yang telah dilindungi undang-undang. Secara biogeografis digolongkan dalam bioregion Paparan Sunda Besar (Sundaland Bioregion). Kawasan ini mempunyai nilai khusus untuk memelihara keanekaragaman genetis dan ekologis dataran pesisir Sumatera. Disamping itu TN. Berbak merupakan “gudang penyimpan gen” (gene pool) flora dan fauna yang dimanfaatkan untuk bahan baku farmakologis, pangan dan budidaya tumbuhan hias. Kawasan ini terdapat 44 jenis reptilia, 22 jenis moluska, 95 jenis ikan, 53 jenis mamalia diantaranya langka dan terancam punah, seperti harimau Sumatera (Panthera tigrissumatrae), Tapir Asia (Tapirus indicus), Hystrix brachyuran, Lutra sumatrana, jenis reptil Buaya Sinyolong(Tomistomaschlegelii), Buaya muara (Crocodylus porosus), Citra indica , jenis ikan Balantiocheilos melanopterus.Di TN. Berbak dapat ditemukan sekitar 50 jenis satwa liar yang telah digolongkan dalam CITES Appendiks I dan II. Sebanyak 56 jenis burung, 7 jenis mamalia dan 1 jenis ikan dilindungi oleh Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1999.

Tabel 2. Daftar Jenis Satwa di TN. Berbak Digolongkan Dalam IUCN Red List

Status IUCN Nama Umum Nama Ilmiah
Endangered Sumatran tiger Panthera tigris sumatrea
Malayan Tapir Tapirus indicus
River Terrapin Batagur baska
False Ghavial Tomistoma schlegelii
White  winged wood- Cairina scutulata
Duck
Chinese Egret Egretta eulophotes
Strom’s stork Ciconia stormi
Lesser whisting duck Dendrocygna javanica
Nordmann’s Tringa guttifer
Greenshank
Silverywood  pigeon Columba argentina
Vulnerable Milky Stork Mycteria cinera
Balck partridge Melanoperdix nigra
Great knot Calidris tenuirostris
Common kingfisher Alcedo atthis
Blue Banded Alcedo euryzonia
Kingfisher
Lesser adjutant Leptoptilos javanicus
Changeable hawk- Spizaetus cirrhatus
Eagle
Malayan Sunbear Helarctos malayanus
Clouded Leopard Neofelis nebulosa
Estuarine Crocodile Crocodyla porosus

 

Hasil survei Zoological Society of London (ZSL) yang dilaksanakan pada tahun 2007 s/d 2016 tercatat 19 ekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di kawasan ini.Mamalia lainnya adalah Binturong Muntu (Atritisbinturong), Beruang Madu (Helarctosmalayanus), Owa Ungko (Hylobates agilis), Musang Leher Kuning(Martesflavigula), Macan Dahan (Neofelis nebulosa), Tapir (Tapirusindicus), selain itu juga terdapat dua spesies bulus (Amycacartilegania) di kawasan ini. Kawasan ini juga merupakan salah satu dari beberapa kawasan di dunia yang masih terdapat Buaya Ikan (Tomistoma schlegelii), (Silvius dkk, 1984; Wibowo dan Suyatno 1997 dan 1998 Colijn 1999).

Dalam kawasan ini juga terdapat spesies Bangau Storm (Cicconiastormi) Mentok Rimba (Cairinascutulata) yang merupakan spesies langka dan hanya beberaparatus ekor saja di dunia ini.(Box mengenaimentokrimbadanbangau storm). Selain itu juga ditemukan lebih dari 22 jenis burung Wader Migran diantaranyaTringagutiffer, Calidrisalba,Charadilsveredus dan Limcolafalcinelusyang ditemukandipantai Cemara sebelah timur di luar kawasan Taman Nasional Berbak yang berasal dari kawasan Asia menuju Australia yang dapat dijumpai pada Bulan Oktober dan November.

Pada jenis ikan terdapat 93 jenisdari 20 familiantara lain jenis Arwana (Scleropagesformosus), Belido (Notopterus sp.), Betok (Anabastestudineus), Tapah (Wallagosp.), Betutu (Oxyeleotrismarmorata), dan Patin (Pangasiussp.).

TAMAN NASIONAL SEMBILANG

Keragaman hayati fauna di TN Sembilang tercatat sebanyak 53 spesies mammalia diantaranya spesies Berang-Berang yang ada di kawasan Indo-Malaya (Lutra lutra), spesies Kucing Besar seperti : Kucing Bakau (Felis bengalensis), Macan Dahan (Neofelis nebulosa), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), juga Musang Air (Cyanogale bennettii), Babi (Sus srofta). Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah spesies penting/spesies target di TN Sembilang. Penetapan Harimau sumatera sebagai spesies target TN Sembilang adalah tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal PHKA Nomor: 132/IVKKH/2011 tanggal 8 Juli 2011 tentang penetapan 14 spesies prioritas. Berdasarkan kajian dan analisis atas hasil-hasil yang diperoleh dari jebakan kamera tersebut di atas, Balai TN Sembilang menetapkan baseline data sebanyak 5 ekor pada tahun 2013.

Harimau sumatera di TN Sembilang yang tertangkap kamera

Keragaman fauna TN Sembilang lainnya adalah primata seperti Ungko (Hylobates agilis), Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Beruk (M. nemestrina), dan Lutung Kelabu (Presbytis cristata) dan jenis-jenis reptil seperti Buaya Muara (Crocodylus porosus) dan spesies Buaya Sinyulong (Tomistoma schlegelii), Ular Cincin Mas (Boiga dendrophila), Ular Sawah (Phyton sp.) dan species kura-kura air tawar.

Sedikitnya 213 spesies burung pernah tercatat di kawasan Taman Nasional Sembilang termasuk banyak dari spesies residen yang berstatus genting serta lebih dari 25 spesies burung air migran, Jumlah total burung air pantai yang memanfaatkan dataran lumpur di kawasan ini diperkirakan sekitar 0.5-1 juta ekor. Kawasan perairan Taman Nasional Sembilang juga kaya akan keanekaragaman spesies ikan, baik ikan air tawar, ikan air payau maupun ikan laut. Sedikitnya terdapat 142 spesies ikan dari 43 familia, 38 spesies kepiting dan sedikitnya 13 spesies udang dari 9 familia.

Pengakuan dunia internasional akan nilai penting TN Sembilang adalah dengan ditetapkannya TN Sembilang dalam daftar Situs Ramsar (Ramsar List) sebagai kawasan lahan basah yang penting secara internasional (Wetland of International Importance)pada tanggal 6 Maret 2011. TN Sembilang terdaftar sebagai site ke 1945 di dunia atau site ke-5 dari 6 site di Indonesia. Sebelumnya, di Indonesia, dalam rentang waktu 1992—2011, berturut-turut telah terdaftar dalam Ramsar List  adalah TN berbak (8 April 1992), TN Danau Sentarum (30 Agustus 1994), TN Wasur (16 Maret 2006), TN Rawa Aopa Watumohai (6 Maret 2011), Suaka Margasatwa (SM) Pulau Rambut (11 November 2011).

TN Sembilang dinilai memenuhi kriteria sebagai lahan basah yang secara teratur mendukung/dihuni oleh 20.000 atau lebih jenis burung air, dan lahan basah yang secara teratur  mendukung/dihuni oleh individu-individu dari satu species/sub species burung air hingga 1 % dari total populasi species/sub species burung air tersebut. TN Sembilang juga terdaftar dalam lokasi jaringan kerja jalur terbang East Asian-Australasian (EAA flyway network site list)  yang ke 108 pada bulan februari 2012 dan site kedua di Indonesia setelah Taman Nasional Wasur yang sebelumnya telah ditetapkan pada tahun 1996.

Populasi burung migran di pelataran lumpur TN Sembilang