Pemberdayaan Masyarakat di Desa Penyangga Kawasan TN Berbak dan Sembilang

0
342

Tanjung Jabung Timur, 15 Desember 2017. Dalam upaya pelestarian TNBS, pelibatan masyarakat dan stake holder lainnya tidak mungkin di kesampingkan. Sebagai bagian dari perlindungan kawasan TN kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu faktor kunci yang mesti menjadi perhatian dalam pengelolaan kawasan konservasi. Faktor ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan konservasi masih menjadi argumen kuat ketika muncul pertanyaan “mengapa merusak hutan”.

Argumen klasik diatas tentu harus menjadi “PR” bagi pengelola kawasan konservasi yang harus dijawab segera mungkin. Salah satu jawabannya adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi harus konsisten, terencana dan gencar di lakukan.

Dalam setiap kegiatan pengelolaan, TN berbak dan sembilang selalu berorientasi masyarakat, seperti beberapa tahun sebelumnya TN berbak dan sembilang tahun 2017 melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat sebagai tindak lanjut Perjanjian Kerjasama Balai TNBS dengan beberapa kelompok tani sekitar kawasan dalam rangka peningkatan ekonomi, maka dilakukan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat di Kelompok tani yang menjadi binaan, yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tehnis dan nontehnis kepada kelompok tani agar menumbuhkan kesadaran konservasi dan menumbuh kembangkan usaha untuk meningkatkan pendapatan petani.

Pelatihan Pemberdayaan masyarakat pada Kelompok Tani Bahagia Desa Rantau Rasau Desa, Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dilaksanakan pada hari Rabu s.d Kamis tanggal 14 – 15 Desember 2017 bekerja sama dengan Kelompok tani dan masyarakat, Perangkat desa, PPL Kecamatan, UPTD BPP Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai TNBS yang diwakili oleh Kepala SPTN Wiayah I Syamsul Bahri,SE, serta dihadiri oleh Kepala Desa, Kepala UPTD BPP Kecamatan Berbak, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) UPTD BPP Berbak sekaligus menjadi nara sumber.

Tematik pelatihan ditentukan berdasarkan musyawarah yang berbasiskan kebutuhan petani dan kelompok tani, bersama dengan Perangkat desa, dan PPL, pelatihan dengan tema” pola bertani hemat lahan”, diharapkan masyarakat bisa mengubah cara pandang┬ábertani tidak selalu orientasi lahan, tap dengan memanfaatkan lahan yg ada “intensifikasi lahan”.

Desa Rantau Rasau desa sebagai salah satu desa prioritas, karena merupakan salah satu desa yang berbatasan langsung dengan kawasan TNBS, Sehingga pendekatan pemberdayaan menjadi salah satu upaya untuk menyadarkan masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan petani disekitar kawasan TN Berbak dan Sembilang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here