Ekowisata Taman Nasional Berbak-Sembilang

1
497

PESONA Jambi tak kalah dibandingkan dengan daerah lain. Destinasi wisata cukup banyak. Paling tidak, itu yang kerap disampaikan mereka yang pernah ke Jambi. Seperti wisata alam di kawasan Kerinci, yang sudah banyak menarik minat wisatawan -termasuk mancanegara- hingga destinasi yang sedang digarap seperti Geopark Merangin.

Dan jika rencana pihak Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) terwujud, bertambahlah destinasi wisata alam di Jambi. Seperti diungkapkan pihak TNBS, mereka akan membuat paket wisata ke taman nasional di ujung timur Provinsi Jambi ini. Terutama paket wisata untuk kawasan Simpang Malaka dan sekitarnya.

Menurut rencana, di kawasan ini nanti bakal ada sejumlah wisata alam liar terkait flora dan fauna yang ada di TNBS. Misalnya, menyusuri sungai alam, melihat buaya langsung di habitatnya, jejak harimau, dan kawasan anggrek Berbak.

Taman Nasional Berbak berada di ujung timur Provinsi Jambi. Di taman nasional ini terhampar kawasan gambut yang luas. Ada sekitar 110 ribu hektare hutan gambut dan 60 ribu hektare hutan rawa. Sejak 2016, Taman Nasional Berbak digabung dengan Taman Nasional Sembilang, di Provinsi Sumatera Selatan.

Di taman ini terdapat flora semisal gajah paku, nipah, cemara laut, pandan, laut waru, nibung, jelutung, menggeris, gelam tikus. Dalam hal fauna, ada harimau Sumatera, gajah Asia, tapir, kucing emas, rusa sambar, buaya air asin, ikan sembilang, penyu air tawar raksasa, lumba-lumba air tawar, dan berbagai burung. Satu pesona yang cukup menarik adalah proses migran burung dari Siberia yang dapat dilihat di Sembilang, yaitu pada Oktober.

Pihak TNBS bakal segera membangun pos-pos untuk rencana ini. Ke depannya, akan diatasi masalah payung hukum dan aturan, serta pembangunan sarana dan prasarana bagi paket wisata ke taman nasional ini.

Rencana ini sangat menarik mengingat Jambi memang sedang mengeksplor potensi-potensi wisatanya. Namun paket wisata ke TNBS ini sejatinya mempunyai kekhasan tersendiri, mengingat sudah begitu banyak taman nasional di Indonesia yang lebih dahulu “mendunia”.

Kita bisa menyebut Taman Nasional Baluran di Jawa Timur. Taman nasional dikenal sebagai Afrikanya Indonesia. Pasalnya, di taman yang ada di timur Pulau Jawa ini, terbentang savana yang luas, sekitar 40 persen dari luasan taman nasional ini. Jika kita menelusuri savana ini, pemandangan hingga pengalaman di sini seolah kita sedang mengeksplor savana di Benua Afrika.

Atau ada juga Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), yang terkenal dengan Badak Bercula Satunya serta pulau-pulau lain yang mempunyai kekhasan sendiri.

TNUK ini merupakan situs warisan dunia yang dilindungi UNESCO. Kawasan ini menjadi hutan lindung, dengan badak bercula satunya yang terkenal dan sangat langka. Selain itu, sejumlah pulau yang ada di taman nasional

Di dua taman nasional ini, sudah tersedia penginapan atau wisma bagi wisatawan. Pun ada area camping ground di Baluran.

Selain penyediaan paket wisata yang unik, perlu pula suatu sistem pengawasan yang rigid agar fungsi taman nasional tetap terjaga. Mekanisme pengawasan ini harus diciptakan mulai dari payung hukum, aturan-aturan yang jelas, serta sumber daya manusia yang memang dapat melaksanakan pengawasan dengan baik. (*)

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here